waktu dengan anak

Hari ini tak terasa sudah hari senin yang menunjukkan rutinitas ke kantor dan harus berpisah sementara dengan anak – anak yang masih imut – imut. Terkadang kita semua sebagai manusia memiliki titik jenuh / kebosanan atas rutinitas yang sering berulang setiap hari. Tapi demi untuk memenuhi kebutuhan hidup berupa kecukupan pangan – sandang – tangan maka kegiatan rutinitas pun dilakoni dengan sepenuh hati, yach harus sepenuh hati karena setiap totalitas akan menghasilkan sesuatu yang maksimal.
Tadi pagi ketika ingin berangkat ke kantor, sudah siap – siap kemudian bangun si zahra (anak) dan menanyakan “ abi.. ha.. ha.. “ ( artinya : abi mau kemana ?) , mungkin waktu 2 hari (sabtu dan minggu) tidaklah cukup untuk si Zahra dapat bercanda, bermain dan bermanjaan dengan diriku. Saya pun menjawab dan dibantu oleh ummi Zahra bahwa abi mau kerja dulu, nanti sore pulang dan main terus. Si Zahra pun terdiam (mikir kali yach kerja buat apa). Waktunya keluar rumah sebelum sampai buka pintu si Zahra berkata lagi “abi eja ulu” (artinya : abi kerja melulu). kata – kata itu membuat aku berfikir apakah betul aku kerja terus, senin sampai jum’at pergi jam 6.30 pulang jam 19.00 terkadang sabtu masuk dengan berbagai macam kerjaan. So,… maafkan abi yach Zahra bukan maksud abi tuk selalu menomor satu kan pekerjaan, tetapi lebih kepada rasa syukur abi bisa bekerja di sini. Apakah anda memiliki waktu untuk anak ?


