Komunikasi Keluarga

Posted on April 22nd, 2010 in Cerita Ummi by familymini  Tagged

keluarga
” Komunikasi bisa dibilang menjadi keberlangsungan hubungan antar insan didalam keluarga yang harus dan mesti dilaksanakan. Sebuah keluarga bermula dari dua insan yang berbeda tempat, waktu, sosial dan psikologis lingkungan waktu mereka kecil hingga dewasa, sehingga komunikasi menjadi satu - satunya senjata yang ampuh untuk bisa mempertemukan atau mempertahankan KEBAIKAN pada dua insan dan melerai atau mempersempit ruang gerak KEBURUKAN pada dua insan. Banyak kasus keributan di keluarga 90 % nya adalah misskomunikasi antara suami dan istri, ayah dan anak, ibu dan anak, berarti komunikasi menjadi tonggak untuk menjalin hubungan sesama insan didalam keluarga untuk bisa harmonis, serasi dan berjalan selaras. ”

Pagi sudah tampak dengan cahaya matahari yang masih redup kami berencana ingin pergi kerumah bunda dimanggarai (neneknya si zahra), mulailah aku bergegas menyiapkan baju dan segala perlengkapan si zahra karena hanya si zahra yang kami prioritaskan untuk selalu diberi service / pelayanan terbaik. sudah waktunya kami berangkat aku melihat uang disaku untuk ongkos dan ternyata suami ku juga melihat uang disaku. sesampainya kendaraan datang (metromini 53) kami naik, tetapi aku dan suami berbeda pintu masuk dan tidak terlalu jauh jarak kami karena aku naik melalui pintu depan sedangkan suami menggendong zahra naik di pintu belakang. kenek pun menagih haknya maka aku kasih tuk ongkos berdua(aku dan suami), tidak lama kemudian si kenek menagih haknya kebagian belakang dan abinya zahra tanpa komunikasi langsung memberikan uangnya untuk ongkos kami berdua. sesampainya ditujuan kami pun saling bertanya dan ternyata memang rejeki tuk kenek mendapat ongkos yang lebih. kami berdua pun hanya bisa tertawa dan mulai sepakat tuk teknis pembayaran kalau kami berangkat bareng.

sekian cerita pentingnya komunikasi. bunda punya cerita lain ?

waktu dengan anak

Posted on April 12th, 2010 in Cerita Abi by familymini  Tagged

timer

Hari ini tak terasa sudah hari senin yang menunjukkan rutinitas ke kantor dan harus berpisah sementara dengan anak – anak yang masih imut – imut. Terkadang kita semua sebagai manusia memiliki titik jenuh / kebosanan atas rutinitas yang sering berulang setiap hari. Tapi demi untuk memenuhi kebutuhan hidup berupa kecukupan pangan – sandang – tangan maka kegiatan rutinitas pun dilakoni dengan sepenuh hati, yach harus sepenuh hati karena setiap totalitas akan menghasilkan sesuatu yang maksimal.
Tadi pagi ketika ingin berangkat ke kantor, sudah siap – siap kemudian bangun si zahra (anak) dan menanyakan “ abi.. ha.. ha.. “ ( artinya : abi mau kemana ?) , mungkin waktu 2 hari (sabtu dan minggu) tidaklah cukup untuk si Zahra dapat bercanda, bermain dan bermanjaan dengan diriku. Saya pun menjawab dan dibantu oleh ummi Zahra bahwa abi mau kerja dulu, nanti sore pulang dan main terus. Si Zahra pun terdiam (mikir kali yach kerja buat apa). Waktunya keluar rumah sebelum sampai buka pintu si Zahra berkata lagi “abi eja ulu” (artinya : abi kerja melulu). kata – kata itu membuat aku berfikir apakah betul aku kerja terus, senin sampai jum’at pergi jam 6.30 pulang jam 19.00 terkadang sabtu masuk dengan berbagai macam kerjaan. So,… maafkan abi yach Zahra bukan maksud abi tuk selalu menomor satu kan pekerjaan, tetapi lebih kepada rasa syukur abi bisa bekerja di sini. Apakah anda memiliki waktu untuk anak ?

Halaman Berikutnya »